HOTNEWS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengonfirmasi rencana pembangunan infrastruktur berupa flyover di Jalan MA Salamun yang krusial bagi mobilitas warga kota. Keputusan ini diambil setelah adanya tinjauan langsung terhadap kondisi lapangan dan pertimbangan mengenai vitalitas akses bagi masyarakat setempat.
Kepastian ini sekaligus memberikan jawaban atas spekulasi dan isu yang sempat beredar mengenai kemungkinan penutupan total akses perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut. Keputusan untuk tidak menutup total perlintasan menjadi fokus utama dalam perencanaan proyek besar ini.
Pembangunan struktur layang (flyover) ini diprioritaskan sebagai solusi ganda yang efektif. Tujuannya adalah untuk mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan standar keselamatan operasional perjalanan kereta api yang melintas di area tersebut.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan langsung poin penting mengenai status perlintasan tersebut kepada publik. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan kepentingan transportasi publik dan pergerakan masyarakat harian.
"Perlintasan MA Salmun tidak ditutup total. Akan dibangun flyover. Mereka (Komisi V DPR RI) melihat langsung kondisi lapangan dan akses warga yang sangat vital," kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, dilansir Antara, Minggu (14/6/2026).
Pernyataan tersebut menggarisbawahi hasil tinjauan yang dilakukan oleh Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Tinjauan ini sangat berperan dalam memfinalisasi keputusan bahwa konektivitas lokal harus tetap terjaga selama pembangunan berlangsung.
Keputusan untuk melanjutkan operasional perlintasan sebidang sambil membangun struktur layang menunjukkan strategi mitigasi dampak yang matang dari Pemkot Bogor. Hal ini bertujuan meminimalkan gangguan signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial warga sekitar.
Pemilihan konsep pembangunan flyover di MA Salamun secara spesifik dirancang untuk menjaga konektivitas masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga berfungsi sebagai upaya peningkatan signifikan terhadap aspek keselamatan bagi pengguna jalan raya dan operasional kereta api.
Dikutip dari Antara, kepastian mengenai tidak ditutupnya total perlintasan ini secara resmi meredam kekhawatiran publik yang selama ini khawatir kehilangan jalur utama mereka. Proyek ini diharapkan menjadi model integrasi infrastruktur yang memperhatikan kebutuhan esensial warga.