HOTNEWS.ID - Pintu Istana Kepresidenan yang selama puluhan tahun identik dengan ruang kekuasaan kini mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang edukatif, khususnya bagi para pelajar. Program "Istana untuk Anak Sekolah" menjadi salah satu inisiatif baru pemerintah dalam mendekatkan institusi negara kepada masyarakat.
Berbeda dengan akses publik sebelumnya yang lebih dominan melalui open house keagamaan, wisata akhir pekan, atau perayaan budaya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencoba memberikan dimensi baru. Pendekatan ini menjadikan Istana sebagai laboratorium pembelajaran kewarganegaraan bagi generasi muda.
Program ini tidak hanya sekadar memperbolehkan masyarakat melihat bangunan bersejarah. Para pelajar diajak masuk ke pusat pengambilan keputusan negara untuk memahami secara langsung bagaimana roda pemerintahan bekerja.
Peluncuran program pada 7 April 2026 didasari instruksi langsung dari Presiden Prabowo. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, "Bapak Presiden menginstruksikan agar kita mulai program Istana untuk Anak Sekolah dan membuka pintu bagi generasi penerus bangsa."
Kelompok pertama yang merasakan pengalaman ini adalah siswa SMKN 19 Jakarta. Mereka tidak hanya berkeliling Istana Merdeka dan Istana Negara, tetapi juga terlibat dalam diskusi tentang kebijakan publik dan masa depan generasi muda.
Para siswa juga diperlihatkan ruang-ruang strategis tempat berbagai keputusan penting negara dirumuskan. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa dan memupuk cita-cita generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
"Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa sekaligus memupuk cita-cita generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan Indonesia," ujar Teddy Indra Wijaya.
Program ini diposisikan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan Presiden Prabowo. Pemerintah berupaya melengkapi pendidikan formal dengan pengalaman belajar langsung yang komplementer dengan program prioritas lainnya.
Perluasan program telah disiapkan ke seluruh delapan Istana Kepresidenan di Indonesia. Tujuannya agar sekolah-sekolah dari berbagai daerah juga mendapatkan kesempatan serupa untuk belajar di lingkungan Istana.