HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat reli signifikan pada perdagangan hari Senin, 15 Juni 2026. Indeks ditutup menguat mencapai 4,12%, menembus level 6.254,97 pada penutupan sesi tersebut.
Penguatan besar ini terjadi setelah pasar mendapatkan sentimen positif dari kabar mengenai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, koreksi tajam pada harga minyak dunia juga turut menjadi katalis utama kenaikan IHSG.
Tim riset dari Phintraco Sekuritas memberikan pandangan teknikal mengenai prospek IHSG dalam jangka pendek. Mereka menilai bahwa prospek IHSG masih cenderung positif berdasarkan analisis teknikal yang dilakukan.
Indeks tercatat berhasil ditutup berada di atas rata-rata pergerakan, hal ini mengindikasikan bahwa tren pasar sedang bergeser menuju fase yang lebih konstruktif. "Secara teknikal, prospek IHSG dalam jangka pendek masih relatif positif," tulis tim riset tersebut.
Lebih lanjut, indikator MACD juga menunjukkan adanya histogram positif yang terus meningkat. Kondisi ini menandakan bahwa momentum penguatan indeks saham gabungan belum sepenuhnya mencapai titik akhir. "Indikator MACD masih menunjukkan histogram positif yang terus meningkat, menandakan momentum penguatan belum sepenuhnya berakhir," tulis tim riset tersebut.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG untuk sesi perdagangan berikutnya. Mereka memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yaitu antara 6.150 hingga 6.400. "IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 6.150 hingga 6.400 pada perdagangan berikutnya," tulis tim riset yang dikutip pada Selasa (16/6/2026).
Kenaikan harian yang dicapai pada penutupan Senin (15/6) termasuk salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, di tengah sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.345 akibat optimisme pasar yang meningkat terkait meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Katalis utama yang mendorong optimisme ini adalah rencana penandatanganan kesepakatan damai AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada hari Jumat mendatang, 19 Juni 2026. Kesepakatan ini memicu ekspektasi terhadap stabilitas kawasan dan normalisasi jalur pelayaran strategis melalui Selat Hormuz.
Sentimen positif dari meredanya konflik Timur Tengah ini tidak hanya berdampak pada pasar saham domestik, tetapi juga turut mendorong penguatan di pasar saham global secara keseluruhan. Dampak positif ini juga dirasakan oleh pasar komoditas global.