HOTNEWS.ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mengintensifkan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia, sejalan dengan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pertukaran informasi. Selain fokus pada pembangunan perangkat dan jaringan fisik, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi perhatian utama untuk mempercepat pencapaian target nasional.
Pemerintah telah menetapkan target ambisius dalam pembangunan jaringan internet kabel optik atau fixed broadband di rentang waktu 2025 hingga 2029. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, memaparkan bahwa sasaran pembangunan ini adalah menjangkau 50% dari total populasi Indonesia dan menembus 90% kecamatan di tanah air.
Saat ini, progres pembangunan jaringan fixed broadband tersebut baru mencapai angka 25% dari total populasi yang ditargetkan. Kondisi ini mendorong perlunya langkah konkret untuk memastikan kecepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini menjadi latar belakang utama diselenggarakannya pelatihan jaringan fiber optic yang secara khusus menyasar siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pelatihan semacam ini dinilai krusial untuk mempersiapkan tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung proses pembangunan sekaligus pemeliharaan jaringan di wilayah masing-masing daerah.
"Itu yg menjadi alasan kami mengadakan pelatihan jaringan fiber optik yang menyasar siswa SMK ini. Pelatihan seperti ini penting untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang nantinya dapat mendukung pembangunan dan pemeliharaan jaringan di daerah masing-masing," ujar Wayan Toni Supriyanto saat mengunjungi lokasi pelatihan di SMK Multi Karya Medan pada Sabtu (14/6/2026).
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital di suatu wilayah harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja baru. Strategi ini memastikan bahwa investasi digital turut memberdayakan komunitas lokal.
Pemerintah menggencarkan program pelatihan ini sebagai langkah sistematis untuk menjaring talenta-talenta lokal yang diharapkan mampu membangun, merawat, bahkan memperbaiki jaringan telekomunikasi di wilayah tempat mereka tinggal.
"Konsep kami ke depan, agar dalam pembangunan dan perawatan bahkan perbaikan jaringan-jaringan fiber optik ini di daerah, tidak perlu lagi mendatangkan tenaga kerja dari Jawa atau daerah lain," ujar Meutya Hafid.
Pelatihan jaringan fiber optic bagi siswa SMK di Medan yang dilaksanakan pada hari Sabtu (14/6/2026) tersebut merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk memperluas akses internet sekaligus membuka peluang kerja yang relevan bagi generasi muda di daerah.