HOTNEWS.ID - Boy group pendatang baru bernama XLOV kini menjadi pusat perhatian publik di kancah hiburan Korea Selatan. Sorotan ini dipicu oleh konsep penampilan para anggotanya yang konsisten mengusung gaya yang dianggap sangat feminin oleh sebagian masyarakat.
Grup yang beranggotakan empat personel pria ini secara eksplisit menyebut konsep yang mereka jalankan adalah "genderless". Konsep ini bertujuan untuk menantang batasan visual tradisional dalam industri idola pria.
Kontroversi terbaru semakin memuncak setelah salah satu anggota grup tersebut, Rui, menjadi sasaran kritik tajam dari publik. Kritik ini bermula dari sebuah sesi acara jumpa penggemar yang dihadiri oleh para penggemar.
Saat acara fansign tersebut, Rui terekam kamera sedang berpose dengan gestur yang dinilai sensual saat berada di atas lantai. Momen ini kemudian memicu spekulasi liar di kalangan warganet mengenai identitas aslinya.
Beberapa pihak yang menyaksikan momen tersebut bahkan mulai berspekulasi bahwa Rui merupakan seorang transgender, meskipun hal tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh agensi. Hal ini menunjukkan sensitivitas publik terhadap representasi gender dalam industri K-Pop.
XLOV sendiri dijadwalkan untuk memulai debut resminya pada tahun 2025 mendatang. Grup ini menarik perhatian karena komposisi anggotanya yang merupakan perpaduan visual dari berbagai negara Asia.
Keempat anggota tersebut memiliki latar belakang geografis yang berbeda, yaitu Wumuti yang berasal dari Tiongkok, Rui dari Taiwan, Hyun dari Korea Selatan, dan Haru yang merupakan anggota termuda yang berasal dari Jepang.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, grup ini memang secara konsisten menampilkan visual yang unik dengan memadukan estetika pria Asia dari berbagai negara dalam setiap penampilan mereka.
"Boy group pendatang baru XLOV kini menjadi sorotan publik menyusul kontroversi yang dipicu oleh pilihan konsep penampilan para anggotanya yang dinilai sangat feminin dan menyerupai gaya wanita," ujar seorang analis industri hiburan, dikutip dari JAKARTAHYPE.COM.