HOTNEWS.ID - PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), sebagai induk usaha BUMN sektor pertambangan, baru saja melakukan perubahan signifikan pada struktur manajemen tingkat atasnya. Keputusan ini diambil dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Kamis, 11 Juni 2025.

Perubahan ini mencakup pergantian tiga posisi direktur kunci dalam tubuh perusahaan tersebut. Selain itu, RUPS juga menyetujui penambahan satu jabatan direksi baru untuk memperkuat fokus strategis perusahaan ke depan.

Salah satu pergantian yang terjadi adalah pada posisi Direktur Keuangan dan Investasi, di mana Adityo Kusumo digantikan oleh Wahyu Suparyono. Ini menandakan adanya rotasi kepemimpinan dalam pengelolaan aset dan pendanaan strategis MIND ID.

Sementara itu, posisi Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir mengalami perubahan, dengan Tedy Badrujaman digantikan oleh Achmad Ardianto. Achmad Ardianto sebelumnya dikenal pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Aneka Tambang Tbk. (Antam).

Inovasi struktural terlihat dari pengangkatan Suko Hartono sebagai Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Keberlanjutan. Jabatan ini merupakan penambahan lini baru dalam struktur organisasi MIND ID, menunjukkan komitmen pada inovasi dan aspek ESG.

Suko Hartono sendiri memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, termasuk pernah memimpin PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Direktur Utama pada periode 2020 hingga 2021. Informasi lain menyebutkan bahwa Suko juga baru diangkat sebagai Komisaris Independen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada RUPS sehari sebelumnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Perombakan manajemen ini terjadi setelah kinerja keuangan MIND ID sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang impresif. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih (unaudited) sebesar Rp29 triliun.

Angka laba bersih tersebut terbukti melampaui proyeksi yang ditetapkan perusahaan sebelumnya. "Laba bersih atau net income Rp29 triliun atau 13% di atas target," ucap Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Senin, 13 April 2026.

Lebih lanjut, capaian finansial tahun 2025 juga mencakup perolehan pendapatan (revenue) senilai Rp159 triliun dan pencapaian EBITDA sebesar Rp42 triliun. Kinerja positif ini diklaim berasal dari upaya optimalisasi operasional.