HOTNEWS.ID - Pemerintah tengah mempersiapkan paket insentif transportasi senilai total Rp1,45 triliun untuk periode libur sekolah dan perayaan Natal serta Tahun Baru (Nataru) pada Semester II/2026.

Program stimulus ini dirancang untuk menjaga momentum konsumsi domestik sekaligus menggerakkan sektor pariwisata nasional sepanjang periode libur panjang tersebut.

Insentif yang disiapkan mencakup diskon tarif untuk perjalanan kereta api dan kapal laut, pembebasan biaya jasa kepelabuhanan pada layanan feri, serta insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Djoko Setijowarno, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), menyampaikan pandangannya bahwa kebijakan insentif ini akan memberikan dampak yang jauh lebih signifikan jika diarahkan untuk memperluas aksesibilitas masyarakat menuju destinasi wisata domestik yang selama ini sulit dijangkau karena biaya tinggi.

Menurut pandangan beliau, pemerintah perlu menambahkan porsi insentif khusus bagi perjalanan yang menuju ke wilayah kepulauan dan kawasan Indonesia bagian timur, mengingat tingginya biaya transportasi menjadi hambatan utama di daerah tersebut.

"Terutama yang ke daerah timur. Masa, lebih murah ke Korea daripada ke Jayapura?" ungkap Djoko Setijowarno kepada Bisnis pada Minggu (21/6/2026).

Djoko Setijowarno juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan kebijakan penghapusan PPN secara penuh untuk perjalanan menuju destinasi tertentu guna memberikan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat luas untuk menikmati kekayaan wisata dalam negeri.

"Mereka juga diberi peluang yang sama. Ya sudah, PPN dihilangkan saja biar masyarakat dapat menikmati Indonesia," ujar Djoko Setijowarno.

Selain fokus pada sektor penerbangan, Djoko Setijowarno menekankan pentingnya pemerintah mulai memberikan dukungan insentif kepada operator angkutan darat yang mampu membuktikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan kualitas pelayanan.