HOTNEWS.ID - Sebuah peningkatan pengamanan terlihat di kediaman resmi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Febrie Adriansyah, yang berlokasi di Jalan Radio, Jakarta Selatan. Penjagaan ketat ini mulai terlihat sejak Rabu (8/7/2026) sore hari.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan, sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlihat secara aktif mengamankan area sekitar rumah pucuk pimpinan Pidsus Kejagung RI tersebut. Kehadiran pasukan berseragam ini menarik perhatian publik dan media yang berada di lokasi.

Secara spesifik, terlihat ada lima prajurit TNI yang berjaga tepat di depan gerbang utama rumah dinas Febrie Adriansyah. Mereka tampak siaga mengawasi setiap pergerakan di sekitar properti tersebut.

Selain yang berjaga di gerbang, prajurit TNI lainnya terlihat melakukan patroli atau beristirahat di area taman yang berada di bagian depan kediaman Jampidsus. Aktivitas ini menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan di lokasi tersebut.

Penjagaan intensif yang melibatkan personel berseragam militer ini dilaporkan masih berlangsung hingga pukul 20.45 WIB malam hari. Situasi ini menjadi perhatian mengingat konteks pekerjaan Jampidsus yang menangani kasus-kasus besar.

Di saat yang sama, sejumlah awak media terus berdatangan untuk memantau perkembangan situasi di lokasi tersebut. Area dekat kantor Suku Dinas Dukcapil Jakarta Selatan, yang berdekatan dengan kediaman Jampidsus, tampak dipenuhi oleh kehadiran wartawan.

Selain personel keamanan dari TNI, terlihat pula beberapa jaksa yang mengenakan seragam kerah khas Direktorat Penyidikan Jampidsus. Mereka terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi, mengamati kondisi sekitar kediaman.

Peningkatan pengamanan ini terjadi bersamaan dengan adanya operasi penyidikan yang sedang berlangsung di tempat lain. Diketahui, penyidik gabungan dari Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Kortastipidkor) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sedang melakukan penggeledahan di sebuah kafe bernama de'Clan di Jakarta Selatan.

Penggeledahan di kafe tersebut diduga erat kaitannya dengan penyelidikan tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani. Kasus-kasus tersebut meliputi dugaan korupsi terkait blackout batu bara PLN, kasus Asabri, dan dugaan pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.