HOTNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Fokus utama saat ini adalah mempercepat penyaluran bantuan logistik dan mendirikan tenda darurat bagi masyarakat yang rumahnya terdampak.

Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, serta dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido. Mereka memimpin rapat koordinasi darurat di Palolo, Sigi, untuk mengevaluasi kondisi terkini.

"Hari ini kami melaksanakan rapat darurat terkait penanganan bencana ini salah satunya mempercepat distribusi makanan, air bersih dan pendirian tenda darurat," kata Rizal saat memberikan keterangan kepada awak media di Palolo, Sigi, pada hari Selasa.

Salah satu prioritas mendesak yang ditekankan oleh Bupati adalah percepatan proses pendataan kerusakan infrastruktur dan jumlah korban jiwa maupun luka-luka. Hal ini krusial untuk menentukan skala bantuan yang dibutuhkan ke depannya.

Bupati Rizal telah memberikan instruksi tegas kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera menuntaskan validasi data kerusakan. "Saya sudah instruksikan BPBD bekerja sama dengan kades serta camat menyelesaikan data-data kerusakan rumah dalam waktu 1x24 jam," ucapnya.

Selain kebutuhan dasar dan hunian sementara, aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam fase awal penanganan bencana ini. Dinas Kesehatan diperintahkan untuk siaga penuh dalam memberikan layanan medis.

Bupati juga memerintahkan agar layanan kesehatan, termasuk dukungan psikososial, segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kepada seluruh tim medis baik di rumah sakit maupun puskesmas untuk bersiaga penuh untuk pelayanan medis," sebutnya.

Pemerintah daerah juga berupaya menenangkan warga yang mungkin masih dilanda kekhawatiran pasca-guncangan susulan. Bupati Rizal mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketenangan dan kewaspadaan.

Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mendampingi masyarakat hingga situasi kembali normal sepenuhnya. "Masyarakat [mohon] tidak panik dan tetap tenang, pada intinya pemerintah berkomitmen penuh mendampingi warga hingga situasi kembali kondusif," katanya.