HOTNEWS.ID - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mengukir sejarah baru dalam pengembangan bisnisnya dengan merambah layanan stimulasi sumur migas. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar layanan pengeboran konvensional.
Pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan industri migas nasional untuk mengoptimalkan produksi dari sumur-sumur yang ada.
Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, menyatakan bahwa keberhasilan proyek stimulasi sumur perdana ini menjadi bukti nyata kesiapan perusahaan dalam melebarkan sayap bisnisnya.
"Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig," ujar Aziz Muslim. Ia menambahkan, "Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional."
Proyek yang dilaksanakan di Sumatera Selatan ini berfokus pada stimulasi interval perforasi sedalam 1.963 hingga 1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar.
Teknik yang digunakan adalah injeksi larutan 15% Hydrochloric Acid (HCl) yang diformulasikan khusus menyesuaikan karakteristik reservoir.
Metode matrix acidizing ini bekerja dengan cara melarutkan endapan yang selama ini menghambat aliran fluida minyak dan gas, sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan kembali konektivitas antara reservoir dan sumur produksi.
Melalui implementasi teknologi stimulasi ini, produksi Sumur GNK-104 ditargetkan dapat meningkat signifikan hingga mencapai 65 barel minyak per hari (BOPD).
Aziz Muslim menjelaskan bahwa pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat portofolio jasa energi yang ditawarkan.