• HOTNEWS.ID -

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyampaikan pesan penting terkait kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Masela. Beliau menegaskan bahwa perusahaan asal Jepang, Inpex Corporation, tidak boleh mengalami kerugian dalam menjalankan proyek migas raksasa ini.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara groundbreaking yang dilaksanakannya secara virtual dari Istana Negara pada Kamis, 16 Juli 2026. Inti dari pernyataannya adalah bahwa proyek ini harus dijalankan atas dasar prinsip saling menguntungkan kedua belah pihak, yaitu Indonesia dan investor.

"Sekali lagi saya tegaskan jalankan proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan, para investor harus untung," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Beliau menambahkan bahwa sebagai bangsa yang memiliki harga diri, Indonesia akan merasa malu apabila mitra investornya tidak merasa puas atau bahkan mengalami kerugian saat menggarap proyek Abadi Masela.

"Sekali lagi sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan kita yang malu kalau mitra [investor] kita tidak puas [menggarap proyek Abadi Masela], kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa syukurnya atas kesediaan Inpex Corporation untuk terus terlibat dalam proyek yang telah tertunda selama 28 tahun tersebut. Keterlibatan Inpex menjadi krusial, terutama setelah keputusan hengkangnya Shell dari proyek ini.

Perlu diingat, keputusan Shell untuk mundur dari proyek Abadi Masela pada pertengahan tahun 2020 dipicu oleh beberapa faktor. Pandemi COVID-19 dan pergeseran fokus global yang mengarah pada transisi energi bersih menjadi alasan utama di balik langkah mengejutkan perusahaan energi multinasional tersebut.

Kepastian mundurnya Shell dari proyek strategis ini akhirnya terealisasi secara resmi pada tanggal 25 Juli 2023, meninggalkan pekerjaan besar bagi kelanjutan pengembangan Lapangan Abadi Masela.