HOTNEWS.ID - Iran tengah menyelenggarakan rangkaian upacara pemakaman kenegaraan bagi pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dimulai di Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026. Prosesi ini diperkirakan akan menjadi salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah modern Republik Islam tersebut.
Prosesi duka ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, dengan puncak pemakaman final pada 9 Juli 2026 di kota kelahirannya, Mashhad. Jutaan warga Iran diperkirakan akan memadati berbagai kota di sepanjang rute prosesi hingga acara berakhir.
Dilansir dari Al-Jazeera, rangkaian pemakaman ini dirancang untuk melintasi sejumlah kota yang memiliki signifikansi besar bagi komunitas Muslim Syiah. Prosesi ini sempat mengalami penundaan selama beberapa bulan akibat ketegangan politik dan konflik yang sedang berlangsung.
Rangkaian awal dimulai di Teheran dari tanggal 4 hingga 6 Juli 2026, di mana jenazah disemayamkan di Masjid Imam Khomeini Mosalla. Di lokasi ini, jenazah disandingkan bersama beberapa anggota keluarga yang juga menjadi korban serangan pada bulan Februari lalu.
Pada 7 Juli 2026, prosesi dan salat jenazah diadakan di Masjid Jamkaran, yang berlokasi di Kota Qom, pusat studi keagamaan utama Iran. Selanjutnya, prosesi penghormatan akan berlanjut ke wilayah Irak pada 8 Juli 2026.
Di Irak, prosesi akan singgah di dua kota suci Syiah, yaitu Najaf di Kompleks Makam Imam Ali dan Karbala. Puncak acara pemakaman dijadwalkan pada 9 Juli 2026 di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, kota yang juga merupakan tempat kelahiran Ayatollah Khamenei.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa lebih dari 100 negara telah mengirimkan perwakilan resmi untuk mengikuti rangkaian pemakaman bersejarah ini. Pihak berwenang juga mengantisipasi kehadiran jutaan warga yang akan berpartisipasi dalam prosesi di berbagai titik.
Sejumlah pejabat tinggi internasional telah mengonfirmasi kehadirannya, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang memimpin delegasi Rusia. Selain itu, terdapat juga delegasi resmi dari China dan perwakilan pemerintah Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban.
"Pemakaman ini dihadiri oleh puluhan delegasi tingkat presiden, perdana menteri, utusan khusus, serta tokoh agama dari berbagai kawasan, meliputi Timur Tengah, Asia, Afrika, hingga Amerika Latin," ungkap sumber resmi mengenai tingkat kehadiran internasional.