HOTNEWS.ID - PT PLN (Persero) baru saja mengumumkan susunan direksi terbaru menyusul pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026. Salah satu keputusan penting dari rapat tersebut adalah penunjukan posisi baru di jajaran komisaris perusahaan.

Perubahan signifikan dalam struktur organisasi ini mencakup penetapan Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) PLN. Posisi Wadirut ini merupakan nomenklatur yang baru diperkenalkan dalam struktur manajemen perusahaan listrik negara tersebut.

Penunjukan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam rangka memperkuat tata kelola internal sekaligus menjamin kesinambungan proses transformasi yang sedang digalakkan di tubuh PLN. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tantangan industri energi yang terus berkembang pesat.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, membenarkan adanya penyesuaian struktur ini. Beliau menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri ketenagalistrikan yang semakin dinamis, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional di sektor energi.

Yusuf Didi Setiarto bukanlah figur asing bagi PLN, mengingat rekam jejaknya yang panjang di perusahaan energi milik negara tersebut. Sebelumnya, ia telah mengemban amanah sebagai Direktur Legal & Manajemen Human Capital di PLN sebelum promosi ini.

Lahir di Padang pada 17 Januari 1974, Yusuf Didi Setiarto memiliki latar belakang hukum yang kuat di sektor energi nasional. Ia menyelesaikan studi Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1999.

Perjalanan profesionalnya dimulai dari dunia firma hukum, sebelum akhirnya meniti karier di sektor energi, termasuk pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Pertimbangan Hukum dan Formalitas di SKK Migas dari tahun 2013 hingga 2015.

Sebelum bergabung penuh di PLN pada Desember 2021, Yusuf sempat bertugas sebagai Tenaga Ahli Utama Bidang Energi di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (2015-2021) dan juga menjadi CEO Advisor di PT Pertamina (Persero) pada 2019-2020.

Dilansir dari Bisnis.com, susunan direksi PLN terbaru pasca RUPS 2026 kini dipimpin oleh Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama. Struktur baru ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional perusahaan.