HOTNEWS.ID - PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) bersiap untuk memberlakukan tarif pada ruas Tol Sinaksak-Simpang Panei, yang merupakan bagian integral dari Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat (Kutepat) Seksi 4 di Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini menandai fase baru operasional tol tersebut setelah melalui serangkaian tahapan penting.

Direktur Teknik Hamawas, Jimmy Leonard, menyatakan bahwa pemberlakuan tarif ini akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil setelah ruas tol tersebut berhasil melewati uji laik fungsi yang dilaksanakan pada tanggal 17 hingga 19 November 2025.

Sebelumnya, ruas tol ini telah beroperasi tanpa tarif sejak 1 Mei 2026. Selain itu, tol ini juga dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2026, serta saat Lebaran Idul Fitri 2026.

"Pemberlakuan tarif segera diinformasikan dalam waktu dekat," ujar Jimmy Leonard dalam keterangan resminya yang diterima di Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Pernyataan ini menegaskan kesiapan operasional tol tersebut.

Pemberlakuan tarif ini juga didasarkan pada terbitnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6938/KPTS/Mn/2026 tertanggal 3 Juni 2026. Keputusan ini menjadi landasan hukum resmi bagi penetapan tarif tol.

Jimmy Leonard menambahkan bahwa hasil pengujian menunjukkan ruas tol tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan operasional. Hal ini dibuktikan dengan perolehan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dengan predikat peringkat bintang lima, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas standar keselamatan dan keamanan.

"Perolehan SLO menjadi bukti Tol Sinaksak–Simpang Panei telah memenuhi standar keselamatan dan keamanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelas beliau. Ini menegaskan komitmen Hamawas terhadap keamanan pengguna jalan tol.

Menyikapi pemberlakuan tarif ini, Hamawas berkomitmen untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang memadai. Berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi akan terus digencarkan sebelum tarif resmi diberlakukan.

"Kami juga terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas layanan, mulai dari perawatan perkerasan jalan, pengecekan rambu dan marka, pemeliharaan drainase, beautifikasi kawasan tol, hingga peningkatan kompetensi petugas layanan operasi melalui berbagai pelatihan dan simulasi," terang Jimmy Leonard. Upaya ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berkendara yang optimal.