HOTNEWS.ID - Kinerja saham perbankan besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengalami tekanan signifikan sepanjang tahun berjalan 2026. Penurunan tajam ini menyebabkan valuasi saham-saham perbankan kini mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini terjadi seiring dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan. Selain itu, adanya tekanan jual yang konsisten dari investor asing turut memperburuk sentimen pasar di bursa saham domestik.

Salah satu saham perbankan besar yang terdampak koreksi cukup dalam adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Data RTI Infokom menunjukkan bahwa saham BBCA telah mengalami pelemahan sebesar 30,85% sejak awal tahun (year-to-date/YtD).

Pergerakan harga BBCA per penutupan perdagangan hari Senin, 15 Juni 2026, terpantau berada di posisi Rp6.275 per lembar saham. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan persepsi valuasi oleh pasar terhadap saham perbankan unggulan tersebut.

Koreksi ini menjadi perhatian khusus bagi para pelaku pasar modal yang sedang mengamati sektor perbankan. Sektor ini seringkali dianggap sebagai barometer kesehatan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Dilansir dari Bisnis.com, kondisi saat ini menunjukkan bahwa valuasi saham-saham perbankan telah mengalami diskon yang cukup signifikan. Diskon ini membuka potensi bagi investor yang mencari peluang investasi jangka panjang.

Pelemahan signifikan pada saham-saham bank jumbo, termasuk BBCA dan saham bank besar lainnya seperti BMRI, perlu dicermati lebih lanjut. Investor kini membandingkan mana di antara bank-bank tersebut yang menawarkan valuasi paling menarik pasca koreksi.

"Saham-saham perbankan diperdagangkan pada valuasi yang mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir akibat koreksi tajam yang terjadi sepanjang tahun ini," ujar salah satu analis pasar modal yang dikutip dari Bisnis.com.

Kondisi pasar yang terjadi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal dan sentimen jual investor asing. Tekanan jual asing ini menjadi salah satu pendorong utama yang menekan harga saham-saham blue chip di BEI.