HOTNEWS.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengumumkan secara resmi sepuluh stasiun kereta api jarak jauh (KAJJ) yang mencatatkan jumlah pergerakan penumpang paling tinggi selama periode Semester I tahun 2026. Data ini merefleksikan tingginya mobilitas masyarakat selama enam bulan pertama tahun tersebut.

Peningkatan signifikan dalam volume penumpang ini dipengaruhi oleh adanya beberapa periode liburan nasional yang terjadi, seperti Tahun Baru, Idulfitri, Iduladha, serta liburan sekolah dan cuti bersama lainnya. Faktor-faktor musiman tersebut mendorong lonjakan penggunaan moda transportasi kereta api.

Secara keseluruhan, layanan KA jarak jauh dan lokal yang disediakan oleh KAI telah berhasil melayani total 29.858.267 pelanggan sepanjang Semester I/2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,72% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat 27.463.555 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa sepuluh stasiun teratas tersebut secara kolektif membukukan total 23.156.353 pelanggan yang naik dan turun selama periode enam bulan tersebut.

"KAI mencatat 10 stasiun dengan pergerakan pelanggan KA Jarak Jauh tertinggi sepanjang Semester I/2026 membukukan total 23.156.353 pelanggan naik dan turun," ujar Anne Purba dalam keterangan resminya di Jakarta pada Kamis (9/7/2026).

Jumlah penumpang yang terkonsentrasi di sepuluh stasiun utama tersebut setara dengan 75,55% dari keseluruhan aktivitas naik dan turun penumpang KA jarak jauh yang tercatat selama Semester I/2026. Hal ini menggarisbawahi peran sentral stasiun-stasiun tersebut dalam jaringan perkeretaapian nasional.

Anne Purba juga menyoroti bahwa tingginya pergerakan di stasiun-stasiun kunci ini menunjukkan peran vital kereta api sebagai moda transportasi pilihan untuk berbagai keperluan. Kepentingan perjalanan tersebut mencakup aspek bisnis, pekerjaan, pendidikan, wisata, hingga perjalanan keluarga antar daerah.

Dilansir dari Bisnis.com, Anne menambahkan bahwa aktivitas penumpang yang tinggi di stasiun-stasiun tersebut secara langsung memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi di area sekitarnya. Sektor seperti perhotelan, kuliner, penjualan oleh-oleh, transportasi lanjutan, destinasi wisata, dan pelaku UMKM turut merasakan manfaat dari peningkatan mobilitas ini.

Stasiun Pasar Senen menduduki peringkat pertama sebagai stasiun tersibuk dengan mencatatkan total 3.849.606 pelanggan yang naik dan turun sepanjang Semester I/2026. Posisi kedua ditempati oleh Stasiun Gambir yang melayani 3.227.508 pelanggan, diikuti oleh Stasiun Yogyakarta dengan 3.217.240 pelanggan.