HOTNEWS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) secara resmi telah mengakhiri dan menyelesaikan seluruh rangkaian program pembelian kembali saham atau buyback yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Keputusan final mengenai penutupan program ini disampaikan oleh BNI melalui mekanisme keterbukaan informasi kepada otoritas bursa pada hari Senin, tanggal 6 Juli 2026, sebagai bentuk transparansi korporasi.

Total saham yang berhasil dibeli kembali oleh BNI dalam program ini mencapai angka 77,86 juta lembar saham, yang mana seluruh jumlah tersebut akan dialokasikan untuk kepentingan internal perusahaan.

Langkah penghentian program buyback ini diambil setelah manajemen mempertimbangkan secara mendalam berbagai aspek, termasuk kondisi makroekonomi terkini serta dinamika pasar yang terjadi.

Keputusan ini juga sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk merealisasikan pengalihan saham sesuai dengan mandat yang telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebelumnya.

Sebelumnya, RUPST BNI yang diselenggarakan pada 9 Maret 2026 telah memberikan persetujuan atas pelaksanaan buyback dengan batas nilai maksimal mencapai Rp905,48 miliar, sudah termasuk seluruh biaya terkait aksi korporasi tersebut.

Secara rinci, BNI berhasil merealisasikan transaksi pembelian kembali sebanyak 77.856.100 lembar saham, menandai bahwa program buyback tahun 2026 telah rampung sepenuhnya per tanggal pengumuman ini.

Saham hasil pembelian kembali tersebut kini disimpan sebagai saham treasuri dan akan segera dialihkan melalui mekanisme Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai atau dikenal sebagai Employee Share Ownership Program (ESOP).

Dikutip dari keterbukaan informasi, disebutkan bahwa pengalihan saham treasuri kepada karyawan ini akan tetap dilaksanakan dengan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.