HOTNEWS.ID - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) memberikan klarifikasi resmi menyikapi munculnya isu mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di wilayah Jawa Tengah.
Klarifikasi ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat dan memastikan bahwa ketersediaan energi tetap terjamin di seluruh wilayah operasional mereka, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan langsung data terkini mengenai ketahanan stok BBM pada hari Rabu (8/7/2026).
"Ketahanan stok BBM jenis gasoline di wilayah Jawa Tengah dan DIY berada pada kondisi aman, yaitu setara 12,5 kali lipat konsumsi harian normal, sementara stok gasoil tercatat setara 14 kali lipat konsumsi harian normal," ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, Rabu (8/7/2026).
Lebih rinci mengenai jenis bahan bakar tertentu, Taufiq menjelaskan bahwa cadangan Pertalite juga berada pada level yang sangat memadai untuk kebutuhan konsumen.
Menurut penjelasannya, stok untuk Pertalite tercatat memiliki ketahanan setara 11,5 kali lipat dari kebutuhan konsumsi harian normal di wilayah tersebut.
Sementara itu, untuk BBM jenis Biosolar yang juga vital bagi sektor transportasi dan industri, cadangan yang tersedia mencapai angka yang lebih tinggi.
"Sementara untuk bbm jenis Biosolar, stoknya mencapai 13,5 kali lipat," tambah Taufiq Kurniawan dalam keterangannya.
Dengan angka ketahanan stok yang sangat besar tersebut, pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjaga pola pembelian seperti biasa.