HOTNEWS.ID - PT PLN (Persero) mengumumkan adanya perubahan susunan direksi melalui penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada tahun 2026. Keputusan penting ini melibatkan penunjukan figur baru untuk mengisi posisi strategis di tubuh perusahaan energi nasional tersebut.
Secara spesifik, RUPS tersebut telah menunjuk Rakhmad Dewanto Haris J untuk menjabat sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero). Penunjukan ini dilakukan untuk memperkuat struktur kepemimpinan perseroan menghadapi dinamika industri.
Posisi Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis yang kini diisi oleh Rakhmad Dewanto Haris sebelumnya dijabat oleh Hartanto Wibowo. Pergantian jabatan ini menandakan adanya penyegaran dalam jajaran direksi PLN.
Sebelum mendapatkan amanah baru ini, Rakhmad Dewanto Haris diketahui memegang jabatan sebagai Direktur Utama di PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), yang merupakan salah satu subholding dari PLN. Pengalaman di subholding ini diyakini menjadi bekal penting bagi perannya yang baru.
"Keputusan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola serta keberlanjutan transformasi perusahaan," sebut PLN mengenai pergantian direksi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan tata kelola perusahaan secara keseluruhan.
PLN menjelaskan bahwa penyesuaian struktural ini sangat krusial dalam rangka menghadapi tantangan industri ketenagalistrikan yang kini semakin dinamis. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mendukung pencapaian target pembangunan nasional di sektor energi.
Karier Rakhmad di lingkungan PLN Group sejatinya sudah dimulai sejak ia menjabat sebagai direktur gas dan BBM di PLN EPI. Hal ini menunjukkan rekam jejaknya yang kuat di sektor energi primer sebelum melangkah ke posisi korporat yang lebih tinggi.
Dilansir dari situs PLN EPI, Rakhmad Dewanto Haris merupakan pria kelahiran Madiun pada tanggal 20 April 1977. Ia menamatkan pendidikan Sarjana (S1) Akuntansi dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2001.
Rakhmad memiliki pengalaman profesional yang cukup panjang di sektor minyak dan gas bumi (migas) sebelum bergabung dengan PLN. Salah satu pengalaman pentingnya adalah saat ia mengabdi di Total E&P Indonesia (sekarang TotalEnergies).