HOTNEWS.ID - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), yang merupakan emiten menara di bawah naungan Grup Saratoga, kini memasuki fase perkembangan bisnis yang baru. Perusahaan ini secara strategis akan memprioritaskan pertumbuhan melalui jalur ekspansi organik ke depannya.

Fokus utama TBIG ke depan adalah penguatan infrastruktur yang sudah ada dan penambahan kapasitas baru melalui pengembangan internal. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kebutuhan jaringan telekomunikasi yang terus meningkat di Indonesia.

Perencanaan keuangan perusahaan telah disusun untuk mendukung ambisi ekspansi ini dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu komponen krusial dari strategi ini adalah alokasi belanja modal yang substansial.

Direktur Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso, menyampaikan mengenai komitmen investasi perusahaan dalam infrastruktur telekomunikasi. Beliau menjelaskan bahwa perusahaan telah menetapkan proyeksi belanja modal yang signifikan.

"TBIG menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp4 triliun untuk 2026," ujar Helmy Yusman Santoso.

Anggaran belanja modal sebesar Rp4 triliun ini dialokasikan dengan tujuan yang sangat spesifik dalam peta jalan pertumbuhan perusahaan. Dana tersebut tidak dialokasikan untuk akuisisi besar, melainkan untuk pengembangan organik.

"Belanja modal ini akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan dari operator," tambah Helmy Yusman Santoso.

Penggunaan dana tersebut secara langsung ditujukan untuk memperkuat kapabilitas menara dan infrastruktur pendukung lainnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih prima kepada para mitra operator seluler.

Strategi ini menunjukkan optimisme TBIG terhadap permintaan pasar telekomunikasi domestik yang diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan penetrasi digitalisasi. Ekspansi organik memungkinkan kontrol kualitas yang lebih baik atas aset yang dikembangkan.