HOTNEWS.ID - Hamas secara resmi mengumumkan penunjukan Khalil Al-Hayya sebagai pemimpin baru badan eksekutif organisasi tersebut. Keputusan ini menandai sebuah perkembangan signifikan dalam struktur kepemimpinan Hamas.

Al-Hayya, seorang tokoh yang berasal dari Gaza, dikabarkan memiliki kedekatan dengan Iran. Penunjukannya ini terjadi setelah melalui proses pemungutan suara yang dilakukan secara rahasia.

Proses pemilihan ini tidak hanya berlangsung di Gaza, tetapi juga mencakup wilayah Tepi Barat dan di dalam penjara-penjara Israel. Selain itu, partisipasi juga datang dari negara-negara Arab tetangga yang menampung pengungsi Palestina.

Media internal Hamas menggambarkan persaingan dalam pemilihan ini berlangsung sangat ketat. Kandidat utama yang bersaing dengan Al-Hayya adalah Khaled Mashaal.

"Persaingan antara Al-Hayya dan kandidat lainnya, Khaled Mashaal, berlangsung sangat 'ketat'," demikian pernyataan media internal Hamas.

Peristiwa penting terkait Al-Hayya terjadi sekitar sepuluh bulan lalu. Israel dilaporkan berupaya melakukan serangan terhadap dirinya.

Serangan rudal tersebut dilancarkan ke ibu kota Qatar, Doha. Pada saat itu, Al-Hayya dan para pemimpin Hamas lainnya memang diketahui berdomisili di sana.

"Israel sempat berupaya membunuh Al-Hayya ketika meluncurkan serangan rudal ke ibu kota Qatar, Doha, tempat ia dan para pemimpin Hamas lainnya berdomisili," demikian informasi yang disampaikan.

Dikutip dari Bloomberg, pemilihan ini menunjukkan Al-Hayya berhasil mengungguli pesaingnya yang mendapatkan dukungan lebih kuat dari negara-negara Arab yang berhaluan Sunni.